Apakah Televisi Membuat Kita Gemuk?

Apa pekerjaan paling populer di muka bumi, tanpa larangan dilarang? Tentu saja, tersebut TV!

Tidak ada pekerjaan lain yang mendekati popularitas TV. Kita menontonnya, membicarakannya, menyusun perilaku kita sesudah itu, tertawa dan menangis karenanya, dan memilikinya di nyaris setiap lokasi tinggal tangga di Amerika.

Renungkan sejumlah fakta berikut mengenai TV:


Rata-rata penonton TV akan menyaksikan sekitar 20.000 iklan masing-masing tahun. Itu selama 55 iklan masing-masing hari. Sementara kita menyaksikan TV, persepsi kita mengenai citra diri, gaya hidup sehat, dan perilaku insan secara perlahan dan sistematis diubah, dan dalam sejumlah kasus, terdistorsi.

Pemuda Amerika menyaksikan rata-rata 1.023 jam TV masing-masing tahun, sedangkan mereka melulu menghabiskan selama 900 jam di sekolah.

Pada tahun 2000, laporan Penilaian Kemajuan Pendidikan Nasional mengejar bahwa murid yang paling tidak sedikit menonton TV pun paling menderita secara akademis.

Berdasarkan keterangan dari laporan tahun 2000 National Institute on the Media and the Family, seorang anak bisa mengembangkan loyalitas brand pada umur 2. Hal ini tampaknya paling mengganggu.

Laporan Staf Komite Kehakiman Senat 1999 mengejar bahwa pada umur 18 tahun, rata-rata orang Amerika telah menonton 200.000 tindak kekerasan di TV, tergolong 16.000 pembunuhan.

Banyak iklan televisi menargetkan anak-anak sebab promotor tahu bahwa mereka tidak cukup cerdas dan lebih mudah diprovokasi daripada orang dewasa. Dan tidak mengherankan, anak-anak tidak jarang bersikeras bahwa orang tua mereka melakukan pembelian apa yang mereka lihat diiklankan di TV.

Industri makanan menguras miliaran dolar guna iklan TV sebab mereka tahu tersebut membuahkan hasil. Ketika kita lumayan sering menyaksikan dan mendengar iklan, kesudahannya kita melakukan pembelian produk.

Bahkan waktu santap malam, periode penangkapan family tradisional, telah diolah oleh TV, dengan tidak sedikit keluarga memilih untuk santap makanan cepat saji dan diangkut pulang, daripada makanan yang dimasak di rumah.

Saya tidak menuliskan segala sesuatu mengenai televisi tersebut merugikan, namun tampaknya lebih riskan daripada kebaikan.

Kehidupan di luar layar yang difilter tampaknya jauh lebih mendidik, menarik, dan menghibur.

Kabar baiknya merupakan, bahwa pengaruh lingkungan atau perilaku (termasuk TV) pada kelaziman seseorang bisa diubah, tetapi urusan tersebut membutuhkan tekad dan pekerjaan.

Hanya guna bersenang-senang, lihat apakah di antara dari yang sebagai berikut berlaku guna ANDA!

Kami tertidur melakukannya.
Kami melakukannya urusan kesatu dalam berkabung.
Kami ditantang olehnya.
Kami terisolasi olehnya.
Kami santap sambil melakukannya.
Kami makan sebab itu.
Kami melalaikan orang lain ketika kami melakukannya.
Kami menertawakannya.
Kami menangis karenanya.
Kami marah karenanya.
Kami jenuh karenanya.
Kami terhibur karenanya.
Kami menunaikan untuk melakukannya.
Kita mesti mempunyai peralatan teknis teranyar untuk melakukannya.
Kami menggunakannya guna bersantai.
Kami menggunakannya sebagai pengasuh anak.
Kita secara sadar menyusun perilaku anda setelahnya.
Kita secara tidak sadar diprovokasi olehnya.
Kami melakukannya kapan saja, di mana saja, dan bagaimanapun kami inginkan.
Kami membawa seks dan kekerasan ke lokasi tinggal kami ketika kami melakukannya.
Kami menggunakannya guna menemani kami ketika kami sendirian.
Kami disesatkan olehnya.
Kami dipimpin olehnya.
Kami iri pada orang beda yang kami lihat ketika melakukannya.
Kami berdebat mengenai itu.
Kami mengerjakan hal-hal lain seraya mendengarkannya di latar belakang.
Kami melakukannya guna mendidik diri kami sendiri.
Kami melakukannya untuk mengenalkan diri ke tempat-tempat yang jauh.
Kami melakukannya guna tetap mendapat informasi.
Kami mengobrol tentang melakukannya.
Kami mengeluh mengenai melakukannya.
Kami bergosip mengenai hal itu.
Kami membicarakannya di mana-mana.
Kami menjadi kecanduan.

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel